ANALISIS PANDANGAN KOSMOLOGI THOMAS BERRY, DITINJAU DARI TRADISI PEMBERIAN MAKAN KEPADA ARWAH LELUHUR DALAM RITUS PATI KA DU’A BA WILLIAM AGUSTINUS BRAYEN KASITOPU ATA MATA DI TAMAN NASIONAL KELIMUTU, KABUPATEN ENDE-FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR
Kata Kunci:
Kosmologi, Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata, ArwahAbstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menemukan kesadaran manusia dalam merawat bumi dilihat dari bagaimana mereka memaknai sebuah realitas budaya, dengan bertolak dari pandangan kosmologi Thomas Berry. Tulisan ini diindikasikan bagi setiap orang, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Ende dalam menjaga dan merawat bumi dengan bertolak dari pemaknaan akan realitas budaya. Metode penulisan yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode wawancara dan studi pustaka. Penulis menemukan bahwa menurut Thomas Berry, krisis ekologis yang dialami oleh manusia saat ini merupakan sebuah pandangan yang tidak seimbang dan tidak menghargai alam. Selain itu, Berry juga menegaskan agar manusia lebih agresif dalam membangun kedalaman relasi dengan alam. Di samping pandangan Thomas Berry, para Mosalaki (pemangku adat wilayah persekutuan adat Lio) percaya bahwa dengan memberi makan kepada arwah para leluhur, orang Lio tidak hanya mengenang arwah para leluhur, tetapi juga di dalamnya membangun persekutuan dengan mereka sekaligus memohon agar alam serta isinya dilindungi oleh Tuhan (Du’a Ngga’e) yang adalah pemilik dari alam semesta. Tulisan ini diharapkan mampu memberikan suatu pengaruh yang besar untuk menjaga kelestarian budaya, serentak di dalamnya juga membangun hubungan yang intim dengan alam sebagai tujuan Neozoikum, yang menurut Thomas Berry merupakan sebuah kebaharuan yang terbawa sejak zaman Ekozoikum.