“STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN KOTA PALANGKA RAYA MEMINIMALISIR PENYEBARAN HOAKS DI MEDIA SOSIAL
Kata Kunci:
Strategi Komunikas, Dinas Komunikasi, Informatika, PersandianAbstrak
Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya dalam meminimalisir hoaks telah dilakukan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun. Strategi komunikasi yang dilakukan meliputi keterlibatan stakeholder pemerintah dan bermitra dengan organisasi kemasyarakatan untuk mensosialisasikan bijak bermedia sosial. Tingginya penggunaan media digital saat ini berdampak pada penyebaran hoax yang banyak disebar berulang-ulang melalui media sosial dapat membentuk opini publik bahwa berita tersebut benar adanya. Masyarakat melek literasi akan mengetahui cara memproduksi konten berita, namun juga lebih selektif, dalam hal ini dalam memahami informasi yang disampaikan melalui sosial media. Dengan literasi digital yang baik maka penyebaran hoaks bisa terminimalisasi. Penyebaran hoaks juga turut dipengaruhi oleh ketidakjelasan regulasi dan efektivitas penegakan hukum, yang membuat pelaku hoaks sulit dilacak dan dihukum dengan sanksi yang kurang memberikan efek jera. Apalagi penyebarluasan hoaks menjadi semakin sulit dicegah karena minimnya literasi media di tengah masyarakat Indonesia. Oleh karena itu melalui strategi komunikasi yang dibangun pemerintah Kota Palangka Raya penyebaran hoaks di masyarakat bisa diminimalisir dan masyarakat menjadi agen perubahan dalam menggunakan media sosial.
Research shows that local governments have implemented communication strategies to combat the spread of hoaks and hate speech. The strategy includes educational campaigns, public engagement, and media collaboration so that local government communication strategies have a positive impact on the spread of hoaks and hate speech. Frequent hoaxes via social media can shape public opinion that the news is true. Literacy communities would know how to produce news content, but also be more selective, in understanding information that is presented through social media. With good digital literacy feeding for the deployment of hoaks bias is terminimalization. Hoaks also contribute to a lack of regulatory clarity and the effectiveness of law enforcement, which makes the perpetrators difficult to track and punished with less harmful penalties. Moreover, the spread of hoaks is becoming increasingly difficult to prevent because of the lack of media literacy in Indonesian communities.




