ANALISIS FASILITAS PEJALAN KAKI (STUDI KASUS JALAN DOKTER SUSILO KAWASAN SMA IMMANUEL, BANDAR LAMPUNG)

Penulis

  • Edwar Muda Maulana Syarief Universitas Lampung
  • Siti Anugrah Mulya Putri Ofrial Universitas Lampung
  • Dwi Herianto Universitas Lampung

Kata Kunci:

Fasilitas Pejalan Kaki, PKJI dan PUPR 2018

Abstrak

Pada ruas Jalan Dokter Susilo kawasan SMA Immanuel merupakan tempat yang paling sering dilewati sehingga sangat diwarnai dengan mobilitas pergerakan kendaraan maupun pergerakan pejalan kaki yang menyeberang sebagai pelaku perjalanan. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitas penyeberangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fasilitas pejalan kaki penyeberangan jalan pada Jalan Dokter Susilo, Teluk Betung, Bandar Lampung kawasan SMA Immanuel Bandar Lampung di arah tugu dan dinas kesehatan berdasarkan PKJI 2023 untuk menganalisis kinerja lalu lintas dan PUPR 2018 tentang perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki untuk menganalisis fasilitas penyeberangan yang efektif. Adapun data yang diambil berupa data geometrik jalan, data volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, derajat kejenuhan, tingkat pelayanan jalan dan volume penyeberang pejalan kaki. Data yang diambil dari lokasi penyebrangan pada 2 hari pengamatan pada jam puncak di hari senin dan sabtu pada jam puncak yaitu pagi, siang, dan sore. Dari hasil analisis tipe jalan pada ruas Jalan Dokter Susilo adalah 2/2 TT dengan hasil volume lalu lintas arah tugu sebesar 1868 Kend/jam didapat hasil derajat kejenuhan 0,72 Smp/jam dengan tingkat pelayanan C dan kecepatan rata-rata kendaraan 40km/jam yang menggambarkan kondisi kepadatan terbesar terdapat pada hari senin di jam puncak pukul 06.30 s/d 07.30 WIB pada daerah tersebut. Penentuan fasilitas penyeberangan dihitung berdasarkan PV2 yaitu sebesar 3 x 108 pada kepadatan terbesar diruas Jalan Dokter Susilo dengan data volume pejalan kaki (P) sebanyak 32 Org/jam dan jumlah volume lalu lintas dua arah (V) sebanyak 3263 Kend/jam, sehingga didapatkan fasilitas penyeberangan berupa pelican cross dengan lapak tunggu. Namun untuk pemasangan fasilitas lapak tunggu tidak memenuhi kriteria dikarenakan pada ruas Jalan Dokter Susilo tidak memiliki median untuk ruang lapak tunggu penyeberang jalan. Oleh karena itu direkomendasikan dipasangkan fasiltas penyeberangan pelican cross tanpa lapak tunggu.

On the Jalan Doctor Susilo, the Immanuel High School area is the place that is most frequently passed by, so it is very colored by the mobility of vehicle movements and the movement of pedestrians who cross as travelers. Therefore, crossing facilities are needed. The aim of this research is to analyze the pedestrian crossing facilities on Jalan Dokter Susilo, Teluk Betung, Bandar Lampung in the Immanuel Bandar Lampung High School area in the direction of the monument and the health service based on the PKJI 2023 to analyze traffic performance and PUPR 2018 concerning technical planning of pedestrian facilities to analyze effective crossing facilities. The data taken is road geometric data, traffic volume data, traffic speed, degree of saturation, level of road service and volume of pedestrian crossings. Data taken from the crossing location on 2 observation days at peak hours on Monday and Saturday at peak hours, namely morning, afternoon and evening. From the results of the analysis of the type of road on Jalan Dokter Susilo, it is 2/2 TT with a traffic volume in the direction of the monument of 1868 Kend/hour. The results obtained are a degree of saturation of 0.72 PCU/hour with a service level of C and an average vehicle speed of 40km/hour. which describes the greatest density conditions found on Mondays at peak hours from 06.30 to 07.30 WIB in this area. Determination of crossing facilities is calculated based on PV2, namely 3 x 108 at the largest density on Jalan Dokter Susilo with pedestrian volume data (P) of 32 people/hour and total two-way traffic volume (V) of 3263 vehicles/hour, so that facilities are obtained The crossing is in the form of a Pelican Cross with waiting stalls. However, the installation of waiting stall facilities does not meet the criteria because Jalan Dokter Susilo does not have a median for waiting stalls to cross the road. Therefore, it is recommended that pelican crossing facilities be installed without waiting stalls.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-26