MENGAPA ATURAN DIABAIKAN? ANALISIS KETIDAKPATUHAN MAHASISWA TERHADAP KEBIJAKAN BERPAKAIAN DI LINGKUNGAN KAMPUS FISIP

Penulis

  • Lathifah Nabilla Irsyidiyah Universitas Diponegoro

Kata Kunci:

Ketidakpatuhan, Kebijakan Berpakaian, Mahasiswa, Penegakan Aturan, Implementasi Kebijakan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakpatuhan mahasiswa terhadap kebijakan berpakaian di lingkungan kampus serta mengkaji kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku kepatuhan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan 10 mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro. Data dikumpulkan melalui kuisioner skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang aturan berpakaian sangat tinggi (rata-rata 4,7) dan mereka menganggap aturan tersebut penting untuk ditaati (rata-rata 4,9). Namun demikian, tingkat kepatuhan aktual tidak sepenuhnya ideal (rata-rata 4,1). Temuan paling signifikan adalah rendahnya intensitas teguran dari dosen (rata-rata 1,8), sementara pelanggaran oleh teman atau senior sering terlihat (rata-rata 4,1). Alasan utama mahasiswa menggunakan sandal atau crocs adalah kenyamanan (50 persen) dan kepraktisan (40 persen). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan mahasiswa bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan atau sosialisasi, melainkan oleh lemahnya penegakan aturan dan pengaruh lingkungan sosial. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya konsistensi penegakan aturan oleh dosen dan petugas kampus serta penguatan kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa.

This study aims to analyze the factors causing student non-compliance with campus dress code policies and to examine the gap between knowledge and compliance behavior. Using a quantitative descriptive approach with a survey method, this study involved 10 active students of the Government Studies Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro. Data were collected using a Likert-scale questionnaire (1-5) and analyzed using descriptive statistics. The results showed that students' knowledge of dress code regulations was very high (mean 4.7) and they considered these regulations important to obey (mean 4.9). However, actual compliance levels were not ideal (mean 4.1). The most significant finding was the low intensity of reprimands from lecturers (mean 1.8), while violations by peers or seniors were frequently observed (mean 4.1). The main reasons students wore sandals or crocs were comfort (50%) and practicality (40%). This study concludes that student non-compliance is not caused by lack of knowledge or socialization, but by weak enforcement of rules and social environmental influences.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30