BUDAYA PATRIARKI DAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PEREMPUAN KAJIAN SOSIOLOGI:TENTANG RELASI KUASA DAN KETIMPANGAN GENDER DALAM KELUARGA DI DESA BERARE KECAMATAN MOYO HILIR

Penulis

  • Bunga Raudatin Universitas Teknologi Sumbawa
  • Supriadi Universitas Teknologi Sumbawa

Kata Kunci:

Budaya Patriarki, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perempuan, Ketimpangan Gender, Fungsionalisme Struktural

Abstrak

Budaya patriarki yang menempatkan laki-laki pada posisi dominan dalam keluarga masih menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk budaya patriarki dan dampaknya terhadap terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki terlihat dalam pembagian peran yang tidak setara, dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan, dan beban ganda perempuan. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap terjadinya kekerasan fisik, psikologis, dan ekonomi terhadap perempuan. Berdasarkan teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons, kondisi tersebut menunjukkan adanya disfungsi dalam sistem keluarga yang menyebabkan ketidakadilan gender.

Patriarchal culture, which places men in a dominant position within the family, remains a contributing factor to domestic violence against women. This study aims to analyze the forms of patriarchal culture and their impact on domestic violence in Berare Village, Moyo Hilir District, Sumbawa Regency. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that patriarchal culture is evident in the unequal distribution of roles, male dominance in decision-making, and the double burden on women. These conditions contribute to physical, psychological, and economic violence against women. Based on Talcott Parsons' Structural Functionalism theory, these conditions indicate dysfunction within the family system that leads to gender inequality.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30