FENOMENA FATHERLESS DAN KETIMPANGAN SOSIAL : KAJIAN SOSIOLOGIS TERHADAP KELUARGA IBU TUNGGAL KELAS MENENGAH DI DESA TEPAS, KECAMATAN BRANG REA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Penulis

  • Andi Arminovitri Universitas Teknologi Sumbawa
  • Supriadi Universitas Teknologi Sumbawa

Kata Kunci:

Fatherless, Ketimpangan Sosial, Kondisi Sosial-Ekonomi, Ibu Tunggal, Adaptasi Sosial

Abstrak

Fenomena fatherless merupakan kondisi ketidakhadiran figur ayah dalam keluarga yang dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi anggota keluarga. Kondisi ini banyak dialami oleh keluarga ibu tunggal yang harus menjalankan peran ganda sebagai pengasuh sekaligus pencari nafkah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial-ekonomi yang melatarbelakangi fenomena fatherless pada keluarga kelas menengah serta bentuk adaptasi sosial yang dilakukan oleh ibu dan anak di Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap keluarga ibu tunggal yang mengalami kondisi fatherless. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan figur ayah menyebabkan meningkatnya beban ekonomi dan sosial yang harus ditanggung oleh ibu tunggal. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi, menurunnya kesejahteraan keluarga, serta munculnya berbagai tantangan sosial dan emosional bagi anak. Meskipun demikian, ibu dan anak mampu melakukan adaptasi sosial melalui penguatan peran ibu sebagai kepala keluarga, pemanfaatan dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar, serta penanaman nilai kemandirian dan tanggung jawab kepada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena fatherless tidak hanya menjadi persoalan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan ketimpangan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

The fatherless phenomenon refers to the absence of a father figure in a family, either physically or emotionally, which affects the social and economic conditions of family members. This study aims to analyze the socio-economic conditions underlying the fatherless phenomenon among middle class families and to examine the social adaptation strategies employed by mothers and children in Tepas Village, Brang Rea District, West Sumbawa Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, indepth interviews, and documentation involving single-mother families experiencing fatherless conditions. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the absence of a father figure increases the economic and social burdens borne by single mothers, who must fulfill dual roles as both caregivers and breadwinners. This condition contributes to social and economic vulnerability, including limited access to resources and reduced family welfare. In addition, children experience social and emotional challenges due to the absence of a father figure. Despite these difficulties, mothers and children demonstrate various forms of social adaptation through strengthening family roles, utilizing social support networks, and fostering independence and responsibility. The study concludes that the fatherless phenomenon is not only a family issue but also a social issue closely related to socio-economic inequality within society.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31