PENGARUH WARGA MUSLIM KAMPUNG PALEDANG TERHADAP PERBEDAAN AGAMA
Kata Kunci:
Toleransi, Kampung, MuslimAbstrak
lingkungan masyarakat memiliki keragaman maupun keunikan yang dimiliki setiap individu didalamnya. Namun kerap kali sebuah keragaman melahirkan perbedaan yang menjadi batas komunikasi untuk menjaga ikatan masyarakat di lingkungan dapat terjaga. Hal tersebut menyebabkan sebuah permasalahan serius, baik pada jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satunya yakni perbedaan Agama. Agama menurut Bahasa diambil dari Bahasa sanskerta yang artinya haluan, jalan, dan kebaktian kepada tuhan. Agama terdiri dari dua kata “ A “, berarti “ Tidak “. Dan “ Gama “, memiliki arti “ Kacau balau, tidak ada keteraturan “ . namun secara istilah Agama merupakan ajaran atau sistem yang mengatur keimanan atau kepercayaan didalam peribadatannya, dan mengatur aspek kehidupan manusia didalamnya. Agama menjadi subjek penelitian ini dengan tujuan menggali lebih dalam kehidupan sebuah masyarakat dengan perbedaan Agama yang sangat mencolok di satu wilayah, tepatnya Kampung Paledang, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kampung Paledang dikenal Kampung Toleransi karena memiliki keunikan yakni tiga buah bangunan ibadah agama yang berbeda-berbeda, Masjid, Vihara, dan Gereja seolah membentuk arah persegi dengan jarak yang sangat berdekatan. Metode penelitian menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan wawancara terstruktur dan penalaran secara mendalam melalui data yang tersebar sebelumnya. Hasil baik bukti dan temuan dari penelitian ini, bahwasanya selama kampung tersebut berdiri bahkan sebelum diresmikan menjadi Kampung Toleransi sudah memiliki pemahaman yang kuat terkait perbedaan agama. Bahkan sejak kampung tersebut berdiri dengan bukti bangunan Viara yang sudah berdiri pada tahun 1931, pemahaman sudah tertanam kuat sehinngga warisan persatuan terhadap perbedaan masih diwarisi hingga saat ini.
The community environment has the diversity or uniqueness of every individual in it. But often a diversity gives birth to the difference that becomes a limit of communication to keep the community's bonds in the environment can be maintained. This causes a serious problem, both on the short and long term. One of them is the difference in religion. Religion according to language is taken from Sanskrit that means the bow, road, and service to God. Religion consists of two words " A ", meaning " not ". And " Gama ", has the meaning of " chaotic balances, no regularity". But in religious terms are the teachings or systems that govern the faith or trust in the worship, and govern the aspects of human life in it. Religion became the subject of this study with the aim of digging more in the life of a community with a very striking religious difference in one region, precisely Kampung Paladang, Bandung, West Java, Indonesia. Kampung Paladang is known to be a tolerance village because it has uniqueness of three different religious worship buildings, mosques, moniors, and churches as if forming square direction with a very adjacent distance. The research method uses qualitative method with a structured interview approach and deep reasoning through the data scattered earlier. The results of both evidence and findings of this study, that during the village standed before even before being inaugurated to become a tolerance village already has a strong understanding of religious differences. Even since the village stands with the proof of the Viara building that has been established in 1931, the understanding has been embedded strongly as a legacy of the unity to the difference is still inherited to date.




