PENGELOLAAN KAYU PUTIH DI HUTAN NAGARI TANJUNG BONAI AUR, KECAMATAN SUMPUR KUDUS, KABUPATEN SIJUNJUNG, PROVINSI SUMATERA BARAT

Penulis

  • Thariqul Haq Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Yetty Oktayanty Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Kata Kunci:

Pengelolaan Kayu Putih, Hutan Nagari, Perhutanan Sosial, Ekonomi Masyarakat, Ekologi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kayu putih di Hutan Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, dan menganalisis dampaknya terhadap ekonomi, ekologi, serta sosial budaya masyarakat. Pengelolaan kayu putih dilakukan secara berbasis masyarakat, dengan tahapan identifikasi lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan penyulingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kayu putih memberikan dampak positif pada tiga aspek: ekonomi, dengan meningkatkan pendapatan masyarakat; ekologi, dengan berperan dalam rehabilitasi lahan dan pencegahan erosi; serta sosial budaya, dengan meningkatkan partisipasi dan solidaritas sosial dalam menjaga kelestarian hutan nagari. Pengelolaan berbasis masyarakat ini dapat dijadikan contoh untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan

This study aims to describe the management of eucalyptus in the Nagari Tanjung Bonai Aur Forest, Sumpur Kudus District, Sijunjung Regency, West Sumatra Province, and analyze its impact on the economy, ecology, and socio-cultural aspects of the local community. The eucalyptus management is community-based, involving stages such as land identification, planting, maintenance, harvesting, and distillation. The research uses a descriptive qualitative approach with observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. The findings show that eucalyptus management has positive impacts in three aspects: economic, by increasing the community's income; ecological, by contributing to land rehabilitation and erosion prevention; and socio-cultural, by enhancing participation and social solidarity in maintaining the sustainability of the Nagari forest. This community-based management model can serve as an example for sustainable natural resource management

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28