PERGESERAN TRADISI MALAYUAR JALUAR DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT KECAMATAN PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

Penulis

  • Andra R Elpobresiado Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Mutia Kahanna Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Kata Kunci:

Tradisi, Malayuar Jaluar, Perubahan Sosial

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang “Pergeseran Tradisi Malayuar Jaluar Dalam Kehidupan Masayarakat Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan tradisi malayuar jaluar dalam kehidupan masyarakat serta mendeskripsikan prosesi tradisi malayuar jaluar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah perubahan sosial Soerjono Soekanto. Metode yang digunakan yaitu kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi malayuar jaluar pada awalnya lahir dari kebutuhan masyarakat dalam merawat dan menjaga jaluar sebagai alat transportasi. Namun, seiring dengan terjadinya pergeseran fungsi jaluar dari sarana transportasi menuju simbol budaya dalam tradisi pacu jalur, praktik malayuar jaluar turut mengalami perubahan dan berkembang menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Prosesi tradisi ini memiliki teknis dalam perawatan jaluar sehingga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Setiap tahapannya memiliki norma yang menjadi pedoman masyarakat dalam membangun kehidupan sosial masyarkat dengan lingkungannya.

This study discusses the “Shift in the Malayuar Jaluar Tradition in the Life of the Community of Pangean District, Kuantan Singingi Regency, Riau Province.” The purpose of this research is to describe the changes in the malayuar jaluar tradition in community life as well as to describe the procession of the malayuar jaluar tradition. The theory applied in this study is the social change theory proposed by Soerjono Soekanto. The research method used is qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, literature study, and documentation. The results show that the malayuar jaluar tradition originally emerged from the community’s need to maintain and preserve the jaluar as a means of transportation. However, along with the shift in the function of the jaluar from a transportation tool to a cultural symbol within the pacu jalur tradition, the practice of malayuar jaluar has also undergone changes and developed into a tradition passed down from generation to generation. This tradition involves specific technical processes in jaluar maintenance and engages various elements of the community. Each stage of the tradition contains norms that serve as guidelines for the community in building social life in harmony with their environment.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28