JEJAK PERADABAN ISLAM DI SUMATRA UTARA : STUDI HISTORY TERHADAP ISTANA MAIMUN
Kata Kunci:
Peradaban Islam, Sumatra Utara, Istana Maimun, Studi Historis, Warisan Budaya, Kesultanan DeliAbstrak
Abstrak ini membahas jejak peradaban Islam di Sumatra Utara melalui studi historis terhadap Istana Maimun sebagai salah satu simbol penting warisan budaya Islam di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai historis, arsitektural, serta pengaruh Islam yang tercermin dalam pembangunan dan fungsi Istana Maimun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis historis terhadap berbagai sumber yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Istana Maimun yang dibangun pada masa Kesultanan Deli tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi representasi akulturasi budaya antara Islam, Melayu, Timur Tengah, dan Eropa. Hal ini terlihat dari bentuk arsitektur, ornamen, serta tata ruang istana yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang kuat. Selain itu, keberadaan Istana Maimun juga menggambarkan perkembangan Islam sebagai kekuatan sosial, politik, dan budaya di Sumatra Utara pada masa lampau.Dengan demikian, Istana Maimun memiliki peran penting sebagai bukti sejarah perkembangan peradaban Islam di Sumatra Utara serta sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian sejarah Islam lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian situs bersejarah.
This abstract discusses the traces of Islamic civilization in North Sumatra through a historical study of Maimun Palace as one of the important symbols of Islamic cultural heritage in the region. The study aims to reveal the historical, architectural, and Islamic influences reflected in the construction and function of Maimun Palace. The method used is a qualitative approach with literature review and historical analysis of relevant sources.The results show that Maimun Palace, built during the Sultanate of Deli, functioned not only as a center of governance but also as a representation of cultural acculturation between Islamic, Malay, Middle Eastern, and European elements. This is evident in its architectural design, ornaments, and spatial arrangement, all of which reflect strong Islamic values. Furthermore, the existence of Maimun Palace illustrates the development of Islam as a social, political, and cultural force in North Sumatra in the past.In conclusion, Maimun Palace plays a significant role as historical evidence of the development of Islamic civilization in North Sumatra and as a cultural heritage site that must be preserved. This study is expected to contribute to enriching local Islamic historical studies and increasing public awareness of the importance of preserving historical sites.




