HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA BAHAN PEMUTIH DALAM KOSMETIK DENGAN PERILAKU PEMILIHAN KOSMETIK PERAWATAN WAJAH (STUDI KASUS PADA MAHASISWI PENDIDIKAN TATA RIAS TAHUN ANGKATAN 2022)
Kata Kunci:
Tingkat pengetahuan, bahaya bahan pemutih, perilaku pemilihanAbstrak
Manusia memiliki hasrat untuk memenuhi kepuasan diri akan penampilan sehari-hari, salah satu cara untuk menunjang penampilan yaitu dengan menggunakan kosmetik. Salah satu produk kosmetik yang digemari di kalangan remaja termasuk mahasiswi pendidikan tata rias adalah kosmetik pemutih yang bermanfaat mencerahkan kulit dan mengurangi bercak coklat pada wajah. Saat memilih kosmetik pemutih, diperlukannya juga pengetahuan mengenai bahan berbahaya apa saja yang terkandung serta harus di hindari untuk digunakan langsung ke kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan bahaya bahan pemutih dalam kosmetik dengan perilaku pemilihan kosmetik perawatan wajah pada mahasiswi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta angkatan 2022. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi, di mana survei digunakan sebagai alat pengumpulan data. Survei ini terdiri dari pernyataan atau pertanyaan (kuesioner) yang disebarkan kepada 42 mahasiswi. Dengan melakukan uji korelasi product moment yang menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,867 dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat korelasi yang nyata (signifikan) dari variabel (X) dengan variabel (Y). Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima yaitu terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya bahan pemutih dalam kosmetik dengan perilaku pemilihan kosmetika perawatan wajah. dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswi tentang bahaya bahan pemutih dalam kosmetik, mereka akan lebih selektif dalam memilih kosmetik perawatan wajah.