POLA KOMUNIKASI HIDAYATULLAH DALAM MENSOSIALISASIKAN TOLERANSI BERAGAMA DI MASYARAKAT MAMASA KABUPATEN MAMASA PROPINSI SULAWESI BARAT
Kata Kunci:
Strategi, Komunikasi, Hidayatullah, Toleransi, MamasaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi Hidayatullah dalam meningkatkan toleransi beragama pada masyarakat Mamasa Kabupaten Mamasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan komunikasi. Serta menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 4 pola komunikasi yang dilakukan Lembaga Dakwah Hidayatullah dalam mensosialisasikan pentingnya toleransi beragama pada masyarakat Mamasa, yaitu yang pertama; (a) Komunikasi langsung atau tatap muka, kedua (b) Komunikasi Kelompok, ketiga (c) Komunikasi Budaya, dan terakhir (d) komunikasi melalui saluran media sosial. Kesimpulan dan saran dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dilakukan Lembaga Dawa Hidayatullah telah berhasil menanamkan pesan-pesan toleransi beragama melalui praktik komunikasi secara keseluruhan. Toleransi ini tidak hanya dilakukan oleh suatu kelompok atau satu lembaga saja melainkan seluruh elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Mamasa.
This study aims to describe Hidayatullah's communication patterns in promoting religious tolerance in the Mamasa community, Mamasa Regency. The research method used in this research is descriptive qualitative by using data collection techniques, namely observation, interviews and communication. As well as using data analysis techniques Miles and Huberman. The results and discussion in this study indicate that there are 4 patterns of communication carried out by the Hidayatullah Da'wah Institute in socializing the importance of religious tolerance in the Mamasa community, namely the first; (a) direct or face-to-face communication, second (b) Group Communication, third (c) Cultural Communication, and finally (d) communication through social media channels. The conclusions and suggestions in this study indicate that the pattern of communication carried out by the Hidayatullah Dawa Institute has succeeded in instilling messages of religious tolerance through overall communication practices. This tolerance is not only carried out by a group or one institution but all elements of society, especially in Mamasa Regency.




