PENERAPAN NEW PUBLIC SERVICE (NPS) DALAM PELAYANAN MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) HUMA BETANG KOTA PALANGKA RAYA
Kata Kunci:
Penerapan, New Public Service, Mal Pelayanan PublikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai New Public Service pada Mal Pelayanan Publik Huma Betang Kota Palangka Raya dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, inklusif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan Kepala Mal Pelayanan Publik Huma Betang dan masyarakat pengguna jasa layanan. Teknik analisis data yang diterapkan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip New Public Service telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan melalui komitmen ketepatan waktu sesuai prosedur operasional standar, ketersediaan saluran pengaduan yang inklusif, penerapan budaya ramah oleh aparatur yang proaktif, serta transparansi pelacakan berkas didukung konsep tata ruang terbuka yang efektif menghilangkan praktik pungutan liar. Meskipun demikian, Mal Pelayanan Publik Huma Betang masih menghadapi tantangan pada aspek sarana prasarana fisik yang memerlukan perbaikan, seperti tata letak tempat ibadah yang tersembunyi, belum adanya mesin fotokopi dan pusat anjungan tunai mandiri, serta manajemen perparkiran yang belum teratur.
This study aims to analyze the implementation of New Public Service values at the Huma Betang Public Service Mall in Palangka Raya City in an effort to realize excellent, inclusive, and sustainable public services. The method used in this study is a qualitative descriptive approach. Data sources were obtained through observation, documentation, and in-depth interviews with the Head of the Huma Betang Public Service Mall and the community as service users. The data analysis technique applied uses the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the implementation of New Public Service principles has run well. This is evidenced by the commitment to timeliness in accordance with standard operating procedures, the availability of inclusive complaint channels, the implementation of a friendly culture by proactive apparatus, and the transparency of document tracking supported by an open layout concept that effectively eliminates illegal levies. Nevertheless, the Huma Betang Public Service Mall still faces challenges in physical infrastructure aspects that require improvement, such as the hidden layout of the place of worship, the unavailability of photocopy machines and automated teller machine centers, and disorganized parking management.




