ANALISIS ETIKA PELAYANAN PUBLIK DAN KESADARAN LINGKUNGAN PELAKU USAHA DALAM MENDUKUNG EKOWISATA BERKELANJUTAN DI KAWASAN WISATA DERMAGA KERENG BANGKIRAI

Penulis

  • Jhon Ferry Antho Universitas Palangka Raya
  • Fuji Aprilia Lestari Universitas Palangka Raya
  • Cyntia Lupita Sari Universitas Palangka Raya

Kata Kunci:

Etika Pelayanan Publik, Kesadaran Lingkungan, Ekowisata Berkelanjutan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika pelayanan publik dan kesadaran lingkungan pelaku usaha dalam mendukung ekowisata berkelanjutan di Kawasan Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek etika pelayanan publik, pelaku usaha telah berupaya menerapkan hospitalitas inklusif dan transparansi harga jual guna menghindari praktik getok harga. Namun, ditemukan celah (gap) tata kelola berupa lemahnya ketegasan sanksi operasional oleh pihak pengelola, serta pada aspek kesadaran lingkungan, pemahaman ekologis pelaku usaha telah mewujud dalam tindakan nyata (behavior) melalui penyediaan fasilitas pembuangan sampah mandiri di area warung serentak dengan pengadaan tenaga kebersihan honorer oleh Dinas Pariwisata Kota. Keterpaduan antara tindakan mandiri pelaku usaha dan fasilitasi pemerintah daerah ini mengonfirmasi bahwa kelestarian ekosistem pariwisata telah diupayakan secara integratif sesuai koridor hukum, meskipun penegakan sanksi formal masih memerlukan penguatan berkelanjutan.

This study aims to analyze public service ethics and environmental awareness among business actors in supporting sustainable ecotourism at the Kereng Bangkirai Pier Tourism Area. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. The results indicate that regarding public service ethics, business actors have endeavored to implement inclusive hospitality and price transparency to prevent price-gouging practices. However, a governance gap remains in the form of weak enforcement of operational sanctions by the management. Furthermore, in terms of environmental awareness, the ecological comprehension of business actors has manifested into tangible behavior through the provision of independent waste disposal facilities in shop areas, synchronized with the deployment of honorary cleaning personnel by the City Tourism Office. The integration between the independent initiatives of business actors and local government facilitation confirms that the preservation of the tourism ecosystem has been pursued in an integrative manner within legal frameworks, although the enforcement of formal sanctions still requires continuous reinforcement.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30