PENTINGNYA AJARAN ETIKA SEKSUALITAS BAGI REMAJA DI NTT: TANGGAPAN TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS
Kata Kunci:
Perilaku Seks Bebas Remaja, Faktor Penyebab (Teknologi, Ekonomi, Pengaruh Teman Sebaya), Etika Seksualitas Dalam Ajaran Gereja KatolikAbstrak
Masa remaja merupakan masa di mana individu mengalami berbagai macam perubahan baik dari aspek emosi, perubahan fisik, minat, dan pola perilaku serta menghadapi banyak masalah yang timbul baik itu dari faktor internal maupun eksternal. Salah satu masalah yang menjadi trending topik saat ini adalah perilaku seks bebas yang dilakukan oleh banyak remaja di NTT. Perilaku seks bebas ini terjadi karena beberapa faktor seperti, perubahan teknologi yang berimbas pada gaya hidup virtual remaja (gaya hidup sedenter, gaya hidup tidak berurutan dan gaya hidup instan-sekejaban), faktor ekonomi yang selalu mengedepankan gaya hidup hedonis ( gaya hidup mewah dan pengangguran), serta pengaruh dari teman sebaya atau orang yang dianggap sepcial (pacar). Dengan melihat realitas yang terjadi, Gereja pun tidak menutup mata karena perilaku ini sangat menyimpang dari ajaran gereja katolik. Menurut ajaran katolik, Etika seksualitas yang benar hanya terjadi antara Suami-Istri yang sudah menerima sakramen perkawinan (sah menurut gereja). Sedangkan perilaku seksualitas pranikah merupakan dosa berat. Selain itu, pentingnya ajaran etika seksualitas ini supaya setiap individu bertanggung jawab untuk menjaga tubuhnya. Menurut Yohanes Paulus II, tubuh adalah representasi yang paling jelas dari kehadiran Tuhan sendiri. Hanya melalui tubuhlah yang dapat mengungkapkan hal-hal yang tak kelihatan. Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, membagi tiga hal pokok tentang makna dan nilai tubuh, yaitu Kebangkitan Tubuh, Tubuh sebagai Bait Roh Kudus, dan Tubuh adalah milik Tuhan. Oleh sebab itu, manusia tidak memiliki hak untuk mencederai makna dan nilai tubuh tersebut. Remaja yang terlibat diharapkan untuk segara kembali ke jalan yang benar dan harus memulihkan kembali hubungannya dengan Tuhan.




