ANALISIS PENYEBAB KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI)
(Studi Kasus: Jl. Eka Sama, Gedung Johor, Medan Johor)
Kata Kunci:
Kerusakan Jalan, Jenis Kerusakan, Metode PCI, Tingkat Kerusakan JalanAbstrak
Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang dibutuhkan manusia untuk dapat melakukan pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Namun, jalan yang terbebani oleh volume lalu lintas yang berulang – ulang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas jalan. Jalan Eka Sama, Gedung Johor, Medan Johor sepanjang ±600 m merupakan jalan yang sering terkena air banjir dan termasuk ramai, padat atau banyak dilalui kendaraan, seperti sepeda motor, mobil maupun kendaraan yang membawa muatan lebih. Dari hasil analisa menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Maka diketahui Segmen 1 mendapatkan 3 jenis kerusakan yaitu kerusakan lubang 4 titik, kerusakan retak kulit buaya 2 titik dan kerusakan tambalan 1 titik. Dengan nilai perkerasan menurut PCI adalah 98% Gagal (Failed). Segmen 2 mendapatkan 3 jenis kerusakan yaitu kerusakan lubang 2 titik, kerusakan retak kulit buaya 1 titik dan kerusakan tambalan 1 titik. Dengan nilai perkerasan menurut PCI adalah 54% Sedang (Fair). Segmen 3 mendapatkan 2 jenis kerusakan yaitu kerusakan lubang 2 titik dan kerusakan retak kulit buaya 1 titik. Dengan nilai perkerasan menurut PCI adalah 44% Sedang (Fair). Segmen 4 mendapatkan 2 jenis kerusakan yaitu kerusakan lubang 1 titik dan kerusakan retak samping jalan 1 titik. Dengan nilai perkersan menurut PCI adalah 34% Buruk (Poor). Segmen 5 mendapatkan 3 jenis kerusakan yaitu kerusakan lubang 3 titik, kerusakan retak kulit buaya 2 titik dan kerusakan retak samping jalan 2 titik. Dengan nilai perkerasan menurut PCI adalah 98% Gagal (Failed). Terdapat 4 jenis kerusakan dan beberapa titik kerusakan pada setiap segmen yang dibagi menjadi 5 segmen. Kerusakan lubang 12 titik, kerusakan retak kulit buaya 6 titik, kerusakan tambalan 2 titik dan kerusakan retak samping jalan 3 titik.