FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA DI PUSAT REHABILITASI YAYASAN IPWL NAZAR
Kata Kunci:
Penyalahgunaan NAPZA, Rehabilitasi, IPWL NazarAbstrak
Penyalahgunaan NAPZA merupakan permasalahan sosial yang terus meningkat dan berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, hingga spiritual individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penyalahgunaan NAPZA pada residen yang menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Yayasan IPWL Nazar Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Yayasan sebagai informan kunci, empat residen sebagai informan utama, serta satu anggota keluarga sebagai informan tambahan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan NAPZA dipicu oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi rasa ingin tahu, kondisi emosional yang labil, serta ketidakmampuan individu mengendalikan diri terhadap tekanan hidup. Sementara faktor eksternal mencakup pengaruh teman sebaya, lingkungan pergaulan yang bebas, keluarga yang tidak harmonis dan minim pengawasan, serta mudahnya akses terhadap narkotika di lingkungan tempat tinggal. Penelitian juga menemukan bahwa dinamika keluarga, lemahnya komunikasi, serta ketidakhadiran figur pengasuhan yang memadai memperkuat kerentanan residen terhadap perilaku penyalahgunaan. Selain itu, program rehabilitasi yang dijalankan IPWL Nazar meliputi konseling, edukasi, pembinaan spiritual, dan forum silaturahmi memiliki peran penting dalam membantu proses pemulihan serta mencegah kekambuhan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penyalahgunaan NAPZA merupakan perilaku yang terbentuk dari interaksi antara kondisi psikologis individu dan pengaruh lingkungan sosial. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Kesejahteraan Sosial serta menjadi masukan bagi lembaga rehabilitasi dalam meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pemulihan penyalahguna NAPZA.
Drug abuse (NAPZA) remains a serious social issue with increasing prevalence and significant impacts on individuals’ physical, psychological, social, and spiritual well being. This study aims to identify and analyze the factors that contribute to drug abuse among residents undergoing rehabilitation at the IPWL Nazar Rehabilitation Center in North Sumatra. Using a qualitative descriptive method, data were collected through indepth interviews, direct observations, and documentation. The informants consisted of the Head of the Foundation as the key informant, four residents as main informants, and one family member as an additional informant, selected through purposive sampling. The findings show that drug abuse is influenced by interrelated internal and external factors. Internal factors include curiosity, emotional instability, and an inability to cope with stress and life pressures. External factors consist of peer influence, a permissive social environment, dysfunctional family conditions with minimal communication and supervision, as well as the easy availability of narcotics in the community. The study also reveals that weak family dynamics, lack of parental presence, and poor emotional support increase residents’ vulnerability to drug abuse. Additionally, the rehabilitation programs implemented at IPWL Nazar including counseling, education, spiritual guidance, and post rehabilitation support groups play an important role in the recovery process and in preventing relapse. Overall, this study concludes that drug abuse arises from the interaction between individual psychological conditions and social environmental influences. The results are expected to contribute to the development of Social Welfare Science and provide practical input for rehabilitation institutions in improving their prevention and recovery programs for drug users.


