EKSISTENSI KEBUDAYAAN LOKAL KUDA LUMPING DI ERA DIGITAL
Kata Kunci:
Eksistensi, Kebudayaan, Kuda Lumping, Era DigitalAbstrak
Penulisan artikel ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan atas salah satu kebudayaan tradisional yang masih terkenal di era digital ini, yaitu, kuda lumping. Dalam era digital saat ini, dimana informasi serta hiburan sangat beragam dan mudah untuk ditemukan, namun pertunjukan Kuda Lumping tidak pernah gagal untuk memikat perhatian masyarakat. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap salah satu pemain atau penari Kuda Lumping di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan dengan mencari studi pustaka melalui jurnal, website, dan sumber informasi lainnya melalui akses internet. Penelitian ini berisi pengenalan budaya seni tari tradisional yang masih dijaga kelestariannya di Sumatera Utara, khususnya di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kuda Lumping, atau biasa disebut oleh masyarakat dengan sebutan Jaranan, yaitu seni tari yang menggunakan properti berupa kuda yang di anyam dari belahan batang bambu yang bisa disebut dengan nama tarian itu sendiri, yakni Kuda Lumping. Selain properti tarian, Kuda Lumping juga menunjukkan atraksi kekebalan tubuh seperti makan kaca atau beling, berdiri di atas bara api, dan hal-hallain yang berbau mistis.