BALANCING POWER: MODERNISASI MILITER INDIA SEBAGAI RESPONS TERHADAP KEKUATAN TIONGKOK DI INDO-PASIFIK

Penulis

  • Rara Angraini Sencioko Universitas Hasanuddin
  • Agussalim Burhanuddin Universitas Hasanuddin

Kata Kunci:

Balancing Power, Modernisasi Militer, India, Tiongkok, Keamanan Regional, Kebijakan Pertahanan

Abstrak

Studi menunjukkan bahwa modernisasi militer Tiongkok telah berhasil meningkatkan kewaspadaan negara disekitarnya sehingga menuntut mereka untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara dan memperkuat posisinya untuk menghadapi ancaman dari Tiongkok. India yang merupakan salah satu negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia turut mengatur strategi kekuatan yang diperlukan untuk menyeimbangkan kekuatan di kawasan Asia melalui pengembangan teknologi militer canggih dan pembelian senjata dari negara-negara seperti Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat. Serta Pemerintah berusaha menyelesaikan permasalahan import senjata dengan memajukan industry dalam negeri yang sejalan dengan visi “Athmanirbar Bharat”. 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif India menggunakan strategi balancing power, yang meningkatkan kekuatan militernya sebagai tanggapan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Tiongkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus untuk menyelidiki upaya India untuk meningkatkan kemampuan teknologi pertahanan, meningkatkan kerjasama militer dengan sekutu internacional. Penelitian ini juga menambah literatur tentang keseimbangan kekuatan dan hubungan India-Tiongkok dengan memberikan informasi tentang cara India menangani ancaman dari Tiongkok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara  analisis dokumen kebijakan pertahanan, dan studi kasus peristiwa penting.

The aim of the study was to determine the effect of carrot juice addition in EY spermax diluent on the quality of landrace pig spermatozoa. The material used was fresh semen of landrace pigs aged 2 to 3 years. Semen diluted with spermax EY diluent (T0), spermax EY + 0.5% carrot juice (T1), spermax EY + 1% carrot juice (T2), spermax EY + 1.5% carrot juice (T3), spermax EY + 2% carrot juice (T4), spermax EY + 2.5% carrot juice (T5). Semen diluted according to treatment was stored at 18-20ºC. Evaluation of post-dilution semen was carried out every 8 hours of observation including motility, viability, abnormality and longevity of spermatozoa. The study used a complete randomized design (CRD) and analyzed by variance analysis (Anova) and continued with Duncan's multiple range test. The results of the study observed until the 40th hour of storage showed that the treatment had a significant effect (P <0.05) on the quality of spermatozoa, except for the spermatozoa abnormality variable (P>0.05). The highest sperm quality was produced by P2 treatment with a motility percentage of 47.00%, viability of 55.75%, abnormality of 4.12% and longevity of 44.00 hours. It was concluded that the addition of 1% carrot juice into spermax EY diluent was more effective to improve the quality of landrace pig spermatozoa.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31