PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI TANGAN DI KELURAHAN KEBON PEDES

Penulis

  • Aditya Wahyu W IPB University
  • Syafirra Azzahra IPB University
  • Cut Puan Diandra Athaya IPB University
  • Hafiz Maulana IPB University
  • Mutia Latifah Yasmin IPB University
  • Najwa Nursyifa Triharni IPB University
  • Salma Qurrata Ayuni IPB University
  • Siti Karisya Aziz IPB University
  • Andini Tribuana Tunggadewi IPB University
  • Dita Anggraini IPB University
  • Ardian Latif Badrutama IPB University

Kata Kunci:

Minyak Jelantah, Pengelolaan Limbah, Sabun Padat

Abstrak

Salah satu kebutuhan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya sebagai sumber lemak adalah minyak goreng termasuk warga di Kelurahan Kebon Pedes. Penggunaan minyak goreng akan menghasilkan sisa yang biasa disebut dengan minyak jelantah. Faktanya, mengkonsumsi minyak jelantah memiliki risiko kesehatan yang berbahaya. Selain itu, mayoritas orang masih membuang minyak jelantah langsung ke saluran air, tempat cuci piring, bahkan ke tanah. Hal ini menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar yaitu dapat menimbulkan masalah pencemaran air maupun tanah. Minyak jelantah terserap dalam tanah dapat mencemari tanah yang akan mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan tanah serta memengaruhi kandungan mineral dalam air bersih. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi pemanfaatan minyak jelantah selain untuk dikonsumsi. Salah satu inovasi pemanfaatan minyak jelantah adalah dengan mengolahnya kembali menjadi sabun dengan campuran basa kuat NaOH. Melalui kegiatan pengabdian ini, berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan warga akan pentingnya pengelolaan limbah, khususnya pemanfaatan kembali limbah minyak jelantah yang seringkali dibuang sembarangan. Dan memungkinkan ibu - ibu membuat sabun batangan dalam jumlah banyak dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci piring. Selain menjadi solusi alternatif pengganti sabun cuci tradisional, pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun batangan dapat menjadi potensi tambahan pendapatan bagi masyarakat lokal dan kelompok bank sampah.

One of the main needs of the community to meet their daily needs, especially as a source of fat, is cooking oil, including for residents in Kebon Pedes Village. Using cooking oil will produce residue which is usually called used cooking oil. Consuming used cooking oil has dangerous health risks. Apart from that, the majority of people still throw used cooking oil directly into waterways, dishwashers, and even onto the ground. This harms the surrounding environment, namely it can cause water and soil pollution problems. Used cooking oil absorbed in the soil can pollute the soil which will result in reduced soil fertility levels and affect the mineral content in clean water. Therefore, there is a need for innovation in the use of used cooking oil other than for consumption. One innovation in using used cooking oil is to reprocess it into soap with a mixture of the strong base NaOH. Through this service activity, we succeeded in increasing residents' understanding and knowledge of the importance of waste management, especially the reuse of used cooking oil waste which is often thrown away carelessly. And it allows mothers to make bar soap in large quantities and use it for daily needs such as washing dishes. Apart from being an alternative solution to traditional washing soap, processing used cooking oil waste into bar soap can provide additional income potential for local communities and waste bank groups.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31