ANALISIS DAMPAK BANJIR DI WILAYAH KELURAHAN BANSIR DARAT KOTA PONTIANAK TERHADAP EKONOMI LOKAL

Penulis

  • Yulius Yohanes Universitas Tanjungpura
  • Yovita Tri Utami Universitas Tanjungpura
  • Fredericus Caravario Universitas Tanjungpura
  • Nadi Rifqi Aufa Rizqullah Universitas Tanjungpura
  • Elisa Universitas Tanjungpura
  • Stanislaus Wisnu Apriyadi Universitas Tanjungpura

Kata Kunci:

Banjir, Bansir Darat, Ekonomi

Abstrak

Banjir adalah tergenangnya suatu wilayah oleh air yang diakibatkan luapan air melebihi kapasitas debit air, sehingga berdampak pada sosial, fisik, dan ekonomi. Banjir dapat terjadi secara alami ataupun akibat aktivitas manusia. Kota Pontianak menjadi salah satu daerah yang cukup rendah, hanya berada pada ketinggian 0,10 sampai 1,50 meter di atas permukaan air laur (dpal). Hal ini membuat Kota Pontianak menjadi salah satu daerah yang rawan banjir. Terlebih pada daerah Bansir Darat. Artikel ini ditulis dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, sehingga dapat memberikan penggambaran secara rinci mengenai dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Kelurahan Bansir Darat Kota Pontianak akibat banjir. Data yang dipakai pada penelitian ini berupa data sekunder, yakni dokumen-dokumen yang dipilih sesuai dengan topik pembahasan artike. Hasil analisa yang dilakukan menunjukkan jika banjir yang terjadi pada Kelurahan Bansir Darat disebabkan oleh letak daerah yang cukup rendah, sistem drainase yang kurang memadai, eksploitasi air tanah, penyempitan parit, sedimentasi parit, dan kurang pedulinya masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Pada sisi ekonomi, banjir yang di Kelurahan Bansir Darat dapat menyebabkan kelumpuhan ekonomi, dikarenakan rata-rata mata pencaharian masyarakat Bansir Darat sebagai pedagang dan penggiat kuliner. Menyikapi hal ini, pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan Perda No, 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

Flooding is the inundation of an area by water due to the overflow of water exceeding the water discharge capacity, resulting in social, physical and economic impacts. Flooding can occur naturally or due to human activity. Pontianak City is one of the areas that is quite low, only at an altitude of 0.10 to 1.50 meters above sea level (dpal). This makes Pontianak City one of the areas prone to flooding. Especially in the Bansir Darat area. This article is written using a descriptive qualitative research method, so that it can provide a detailed description of the economic impact felt by the people of Kelurahan Bansir Darat, Pontianak City due to flooding. The data used in this research is secondary data, namely documents selected in accordance with the topic of discussion of the article. The results of the analysis show that flooding in Kelurahan Bansir Darat is caused by the location of the area which is quite low, an inadequate drainage system, exploitation of groundwater, narrowing of ditches, sedimentation of ditches, and lack of community care in terms of waste management. On the economic side, flooding in Bansir Darat Village can cause economic paralysis, because the average livelihood of the Bansir Darat community is as traders and culinary activists. In response to this, the Pontianak City government issued Local Regulation No. 2 of 2013 concerning the Regional Spatial Plan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-20