YOUTUBE SEBAGAI WADAH BAGI CONTENT CREATOR UNTUK AKTUALISASI DIRI

Penulis

  • Jethro Ariel STIKOM Interstudi
  • Wirda Yulia Putri Dosen Pembimbing

Kata Kunci:

Self-Actualization, Motives, Hyperreality, Content Creator, Youtube

Abstrak

Era teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi dan pola interaksi antara pengguna media sosial yang telah menjadi kebutuhan dalam mengakses informasi, berinteraksi juga sebagai wadah aktualisasi diri. Youtube adalah media sosial populer yang menawarkan content video audio visual, fitur record maupun live streaming dimana siapapun dapat membuat channel dengan content yang dikehendaki. Akhirnya banyak orang membangun channel youtube dengan menggunakan namanya sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan analisis yang digunakan adalah model Milles and Huberman. Analisis dengan membagi pembahasan menjadi dua sub topic yaitu aktualisasi diri dan hiperrealitas. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa motif creator dalam Channel Hersubeno Point adalah untuk melanjutkan profesinya sebagai jurnalis. Hal itu dilakukan karena adanya perubahan pola masyarakat dalam menikmati berita yang disebutnya sebagai shifting. Dengan perubahan tersebut Hersubeno melihat bahwa Youtube memiliki pasar yang paling besar yang dapat dimanfaatkan untuk menarik minat penonton. Apa yang disajikan Hersubeno melalui Channel Hersubeno Point memiliki makna yang berbeda dengan hiperrealitas tetapi justru menjadi upaya mengubah rumor menjadi realitas melalui proses verifikasi cover both sides dengan tetap mengindahkan prinsip 5 W + 1 H dan, kode etik jurnalistik dan peraturan-peraturan yang berlaku.

The era of information technology has changed communication patterns and interaction patterns between social media users which have become a necessity in accessing information, interacting as well as a place for self-actualization. Youtube is a popular social media that offers audio-visual video content, record features and live streaming where anyone can create a channel with the desired content. Finally, many people build youtube channels using their own names. The research method used is descriptive qualitative. Data was collected through interviews and the analysis used was the Milles and Huberman model. Analysis by dividing the discussion into two sub topics, namely self-actualization and hyperreality. Based on the research, it is concluded that the creator's motive in Channel Hersubeno Point is to continue his profession as a journalist. This was done because of a change in the pattern of people in enjoying the news which he called shifting. With this change, Hersubeno sees that Youtube has the largest market that can be used to attract viewers. What Hersubeno presented through the Hersubeno Point Channel has a different meaning from hyperreality but instead becomes an effort to turn rumors into reality through a cover both sides verification process while still observing the 5 W + 1 H principles and the journalistic code of ethics and applicable regulations.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-21