KERJA FLEKSIBEL DI ERA DIGITAL: ANTARA KEBEBASAN INDIVIDU DAN KETERASINGAN SOSIAL
Kata Kunci:
Kerja Fleksibel, Era Digital, Kebebasan Individu, Keterasingan Sosial, Persepsi Pekerja, Studi LiteraturAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah memunculkan bentuk baru dalam sistem ketenagakerjaan, yaitu kerja fleksibel yang memberikan otonomi tinggi kepada pekerja untuk mengatur waktu dan tempat kerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah persepsi pekerja terhadap konsep kebebasan kerja dalam sistem kerja fleksibel serta menganalisis dampak sosial yang muncul akibat perubahan pola interaksi kerja di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau hasil-hasil penelitian empiris dan konseptual yang terbit dalam rentang waktu 2015–2025. Analisis dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara kebebasan individu dan keterasingan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja fleksibel dipersepsikan sebagai bentuk kebebasan baru yang meningkatkan kontrol pekerja atas kehidupan profesionalnya. Namun, kebebasan tersebut bersifat paradoksal karena diiringi oleh bentuk keterasingan sosial baru yang bersumber dari minimnya interaksi langsung dan meningkatnya ketergantungan pada platform digital. Sistem kerja fleksibel dengan demikian tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi juga mengandung dilema sosial yang memerlukan perhatian serius dari organisasi dan pembuat kebijakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara efisiensi digital dan kesejahteraan sosial dalam membangun praktik kerja yang manusiawi di era fleksibilitas digital.


