DAMPAK PEREDARAN NARKOBA TERHADAP CITRA PARIWISATA DI GILI TRAWANGAN, NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2022 – 2024

Penulis

  • Faridh Maulana Fachrezi Universitas Mataram
  • Alifa Shansia Ilham Universitas Mataram
  • Laily Nurul Auliya Universitas Mataram
  • M. Caesar Daffa Vhandyaz Universitas Mataram

Kata Kunci:

Eredaran Narkoba, Citra Destinasi, Gili Trawangan, Keamanan Wisata, Destination Branding

Abstrak

Peredaran narkoba di kawasan wisata Gili Trawangan menjadi ancaman serius terhadap citra destinasi, keamanan wisatawan, dan keberlanjutan industri pariwisata. Sebagai destinasi internasional yang memiliki arus wisatawan tinggi, Gili Trawangan menghadapi kerentanan terhadap aktivitas kriminal lintas wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak peredaran narkoba terhadap citra pariwisata dengan menggunakan konsep destination branding. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peredaran narkoba berpengaruh signifikan terhadap persepsi keamanan wisatawan, citra destinasi, dan keberlanjutan pariwisata. Kasus narkotika yang muncul sejak 2022–2024 turut membentuk stigma baru terhadap Gili Trawangan sebagai destinasi berisiko. Studi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku pariwisata, dan masyarakat lokal dalam menjaga citra destinasi melalui penguatan keamanan, edukasi wisata, dan strategi rebranding destinasi.

Drug trafficking in the Gili Trawangan tourist area poses a serious threat to the destination's image, tourist safety, and the sustainability of the tourism industry. As an international destination with a high tourist flow, Gili Trawangan faces vulnerability to cross-regional criminal activity. This study aims to analyze the impact of drug trafficking on tourism image using the concept of destination branding. The research method employed a qualitative-descriptive approach through interviews, observation, documentation, and literature review. The results show that drug trafficking significantly influences tourists' perceptions of safety, destination image, and tourism sustainability. Narcotics cases that emerged from 2022–2024 have contributed to the new stigma of Gili Trawangan as a risky destination. This study emphasizes the importance of collaboration between the government, security forces, tourism actors, and local communities in maintaining the destination's image through strengthening security, tourism education, and destination rebranding strategies.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30