KERAJAAN GOWA-TALLO DALAM SEJARAH INDONESIA MASA ISLAM: ISLAMISASI, PERDAGANGAN MARITIM, DAN DINAMIKA KEKUASAAN ABAD XVII
Kata Kunci:
Kerajaan Gowa-Tallo, Islamisasi, Sultan Alauddin, Perdagangan Maritim, Somba Opu, VOCAbstrak
Artikel ini membahas Kerajaan Gowa-Tallo sebagai salah satu kerajaan Islam terpenting di kawasan timur Nusantara dalam konteks Sejarah Indonesia Masa Islam. Fokus kajian diarahkan pada proses terbentuknya Gowa-Tallo sebagai kerajaan kembar, masuk dan berkembangnya Islam, peran elite kerajaan dan saudagar Melayu dalam islamisasi, perkembangan Gowa-Tallo sebagai pusat perdagangan maritim melalui Pelabuhan Somba Opu, serta dinamika politik kerajaan hingga kemundurannya akibat konflik dengan VOC. Penulisan ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-historis melalui pengkajian berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Gowa-Tallo berkembang dari kekuatan lokal menjadi kesultanan Islam yang berpengaruh setelah Islam resmi diterima pada awal abad ke-17. Perkembangan tersebut didukung oleh jaringan perdagangan, dakwah ulama, keterbukaan terhadap pedagang asing, dan kebijakan pemerintahan yang memperkuat posisi Makassar sebagai bandar niaga internasional. Di samping itu, Gowa-Tallo juga berperan penting dalam penyebaran Islam ke wilayah lain di Indonesia timur. Namun, dominasi politik dan ekonomi kerajaan mengalami kemunduran setelah tekanan VOC dan lahirnya Perjanjian Bongaya yang sangat merugikan pihak Gowa-Tallo. Dengan demikian, Kerajaan Gowa-Tallo menempati posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam, politik, dan perdagangan maritim di Indonesia.
This article discusses the Gowa-Tallo Kingdom as one of the most important Islamic kingdoms in the eastern part of the Indonesian archipelago in the context of Indonesian History during the Islamic Era. The focus of the study is directed at the process of the formation of Gowa-Tallo as a twin kingdom, the entry and development of Islam, the role of the royal elite and Malay merchants in Islamization, the development of Gowa-Tallo as a maritime trade center through Somba Opu Port, and the political dynamics of the kingdom until its decline due to conflict with the VOC. This writing uses a literature study method with a descriptive-historical approach through the review of various journals, scientific articles, and relevant supporting documents. The results of the study show that Gowa-Tallo developed from a local power into an influential Islamic sultanate after Islam was officially accepted in the early 17th century. This development was supported by trade networks, preaching by ulama, openness to foreign traders, and government policies that strengthened Makassar's position as an international trading port. In addition, Gowa-Tallo also played an important role in the spread of Islam to other regions in eastern Indonesia. However, the kingdom's political and economic dominance declined following pressure from the Dutch East India Company (VOC) and the Treaty of Bongaya, which severely disadvantaged Gowa-Tallo. Thus, the Gowa-Tallo Kingdom holds a crucial position in the history of Islam, politics, and maritime trade in Indonesia.


